Kirab Batik : Solo Membatik Dunia

Solo sebagai kota batik semakin menunjukkan eksistensinya setelah penetapan batik sebagai world heritage asli indonesia pada Jum’at ( 2/10 ) ini. Setelah sempat di klaim salah satu negara di Asia Tenggara (sebut saja Mr. P) Indonesia semakin panas, terutama warga masyarakatnya yang merasa mempunyai budaya asli kemudian ada yang mencuri budaya yang turun temurun itu. Mr.P memang sangat kerap mengklaim budaya asli Indonesia, sebut saja Reog, Batik, Lagu Rasa Sayange, dan yang terakhir saya membaca dari Solopos edisi Jum’at ( 2/10 ) adalah gamelan indonesia yang diklaim oleh negara itu.

Eksistensi kota solo sebagai the city of batik ditunjukkan dengan berbagai macam acara yang berkaitan dengan batik. Serangkaian acara tersebut ditutup dengan puncak acara yaitu Kirab Batik dengan mengambil Tema Solo Membatik Dunia. Acara puncak ini digelar di Jalan Slamet Riyadi dengan mengambil rute Stadion Sriwedari sampai dengan Balai Kota Solo. Solo Membatik Dunia, ya itulah tema acara itu. Kira-kira apa yah maksudnya? Dengan image bahwa solo adalah kota batik, maka solo dirasa perlu untuk menunjukkan kepada dunia bahwa batik adalah kebudayaan asli indonesia. Oleh karena itu diharapkan dengan adanya kegiatan itu Solo dapat membatik dunia, agar dunia tahu bahwa batik adalah indonesia. Seperti yang tertulis di papan yang dibawa oleh salah satu peserta bertuliskan ” Batik Milik Indonesia “, sepertinya itu kata yang tepat untuk mengekspresikan itu semua.

Kirab batik dengan tema Solo membatik dunia itu diawali dengan pembukaan di dalam stadion kemudian dilanjutkan start Kirab yang diawali oleh barisan Paskibra Batik. Ya, baru kali ini ada Pasukan yang membawa bendera Merah Putih tetapi yang menggunakan seragam Batik, sungguh unik. Setelah itu di belakangnya ada barisan pembawa bendera batik dengan berbagai macam motif. Di setiap motif dikasih nama, sehingga penonton bisa tau motif-motif batik Solo.

Ada beberapa kelompok yang unik dalam Kirab batik itu. Drum band batik, becak batik, bis batik, dan anak2 yang mengenakan seragam serba batik.  Sebelum acara dimulai juga ada hal yang istimewa, pagi harinya saya berangkat ke kentingan naik sepeda motor, eh di Jalan Slamet Riyadi berdampingan dengan kereta api feeder jurusan Solo – Wonogiri yang kedua gerbongnya dibalut kain batik. Tidak kalah dengan itu, kereta yang baru saja kenalan dengan Kota Solo, kereta wisata jaladara juga menggunakan balutan batik khas Solo. Sangat istimewa.

Itulah pengalaman saya menonton Kirab Batik bertema Solo Membatik Dunia, semoga Solo benar – benar bisa membatik dunia.

9 Tanggapan

  1. bukan Mr. M ta???? (pertamax)

    • Mr. P ( Plagiat ) ak Mr. M ( Mlagiat ).

  2. pengen liat fotonya bos…hehehe

    • kbtulan pas ngga bawa photo. hehe

  3. Aku ra nonton, wis radha bosen nonton kirab, hehe

    • podho….wes bosen…., nonton liwat solocityview.com

  4. beruntungnya, saya berkesempatan menonton solo batik carnival yang pertama. menggetarkan.

    salam blogger,
    masmpep.wordpress.com

  5. Coba aja di-google… Reportase Foto Kirab Batik. Ada kok.

  6. Setuju, akhirnya batik diakui juga sebagai milik Indonesia oleh UNESCO. Dengan pengukuhan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia tgl 2 Oktober kemarin, jelas memberikan dampak yang baik bagi industri batik di Indonesia, tetapi hal ini juga perlu diikuti gerakan-gerakan lain dari masyarakat yang sifatnya mendukung keberadaan batik itu sendiri.

    Kirab ‘Solo Membatik Dunia’ adalah salah satu wujud kebanggaan Bangsa Indonesia, terutama di Kota Solo. Antusiasme terlihat pada setiap warga Solo yang memenuhi Jalan Slamet Riyadi waktu itu. Mudah-mudahan ini benar-benar merupakan titik awal munculnya kebanggaan Bangsa Indonesia pada batik secara menyeluruh, tanpa memandang usia, tingkat, dan jabatan. Semangat Batik dari Solo untuk Dunia..!! =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: